May 25, 2018

5 Cara Mempromosikan Ludruk Luntas dalam Berita Harian Surabaya

Mempromosikan Ludruk Luntas

Ludruk Luntas adalah warisan budaya Indonesia yang harus tetap lestari. Salah satu pegiatnya, Oscar, punya cara khusus dalam mempromosikan Ludruk Luntas khas Surabaya. Bahkan cara kreatifnya tersebut masuk dalam berita harian Surabaya. Bagaimana cara Oscar mempromosikan Ludruk Luntas-nya?

  1. Dia Menyasar Anak-Anak Muda

Anak muda itu pada dasarnya mudah dipengaruhi. Perasaan yang menggebu-gebu itu pun menjadi sasaran dari Oscar. Lagi pula, promosi ke anak-anak muda juga merupakan bentuk kepedulian sosial. Mengingat banyak anak muda yang masih belum tahu mau apa dan bagaimana. Beruntungnya, anak-anak muda Surabaya rata-rata berjiwa seni yang tinggi.

Jadi tidak butuh waktu lama agar Ludruk Luntas di kalangan muda bisa populer. Oscar mengajak bagaimana cara berkesenian dengan Ludruk Luntas di hadapan mereka. Sekaligus bagaimana caranya merawat kesenian tersebut. Dia percaya kalau anak muda yang sering bersentuhan dengan kesenian, maka pikiran kreatifnya akan selalu terasah.

  1. Roadshow

Agenda roadshow pun tidak terelakkan dalam mempromosikan Ludruk Luntas khas Surabaya. Oscar dan beberapa punggawanya mendemonstrasikan Ludruk Luntas ke berbagai daerah. Dia menggunakan taktik roadshow yang semula diterapkan dalam film Filosofi Kopi. Dalam film itu didedahkan secara detail bagaimana cara promosi yang paling efektif.

Pria yang telah menyelesaikan prodi Desain Komunikasi Visual di UK Petra Surabaya ini memang sudah lama mencintai dunia teater. Tidak heran ketika dia dan punggawanya mengenalkan seni Ludruk Luntas dalam acara roadshow, sama sekali tak ada kesan canggung. Semuanya lancar secara alami.

  1. Promosi Lewat Media Sosial

Dalam berita harian juga menyebutkan kalau Oscar juga melakukan promosi via media sosial. Alasannya karena lebih praktis dan cepat menyebar. Berbeda dengan promosi via roadshow dan sebagainya. Tapi promosi via media sosial juga merupakan bentuk dari kesatuan promosi-promosi yang ada pada waktu sebelumnya.

Setiap kali mengadakan pentas seni Ludruk Luntas, Oscar pun mengunggahnya ke Instagram, Youtube, dan lainnya. Para penontonnya juga lebih variatif. Soalnya tidak dibatasi oleh ruang sebagaimana acara Ludruk Luntas di panggung. Bahkan yang mengakses bukan warga Indonesia saja, melainkan warga asing di luar negeri.

  1. Sering Membuat Trailer

Promosi via trailer juga gencar dilakukan Oscar dan Komunitas Ludrukan Nom-noman Tjap Soeroboio. Mirip dengan apa yang dilakukan dalam promosi film-film sebelum tampil perdana di berbagai bioskop. Dibanding dengan hasilnya, fokus pada pembuatan trailer betul-betul menyita energi Oscar dan punggawa Ludruk Luntas-nya.

Trailer itu ibarat pembukaan. Jadi para calon audiensi minimal harus dibuat tertarik dulu sebelum masuk ke bagian intinya. Begitu pula dalam pembuatan film bioskop. Kalau trailer-nya saja tidak menarik, siapa pula yang mau menonton? Sedangkan Ludruk Luntas itu bukanlah karya modern, melainkan karya warisan nenek moyang. Jadi harus serba kreatif.

  1. Promosi dengan Happening Art

Dalam update berita harian, Oscar juga menyisipkan happening art dalam setiap pentas Ludruk Luntas-nya. Elemen ini dianggap sangat vital dan mampu menyedot perhatian audiensi lebih banyak lagi. Soalnya para audiensi jelas menginginkan hal-hal yang segar. Bukan yang serba monoton, apalagi yang serba serius.

Bukan hanya Ludruk Luntas, seyogyanya segala macam seni harus dipromosikan dengan sebaik mungkin. Soalnya warisan budaya itu sangat mahal. Jangan sampai gara-gara mengabaikannya, negara lain yang mengklaim. Posisi berita harian juga cukup menentukan apakah seni warisan ini akan terus eksis atau tidak sebagai media promosi sekunder.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares